Toko Online Tanpa Komisi: Cara Kerjanya dan Biayanya
Terbit
Tanpa komisi bukan berarti tanpa biaya. Ini beda potongan per penjualan dengan langganan, biaya yang tetap ada, dan cara menghitung mana yang lebih murah.
"Toko online tanpa komisi" terdengar seperti gratis. Kenyataannya tidak ada toko online yang benar-benar tanpa biaya. Bedanya ada di cara Anda membayar: dipotong dari setiap penjualan, atau dibayar tetap setiap bulan.
Tulisan ini menjelaskan cara kerja toko online tanpa komisi, biaya apa saja yang tetap ada, dan cara menghitung kapan pilihan ini lebih murah untuk usaha Anda.
Dua Cara Membayar Toko Online
Potongan per penjualan. Ini cara marketplace dan sebagian platform toko online. Setiap barang terjual, sebagian persen dari harganya dipotong, kadang ditambah biaya tetap per pesanan dan biaya program yang Anda ikuti. Besarnya berbeda menurut kategori produk dan program, jadi cek angka pastinya di laporan penghasilan toko Anda.
Langganan tetap. Anda membayar jumlah yang sama setiap bulan, berapa pun penjualannya. Inilah yang biasa disebut toko online tanpa komisi: tidak ada bagian dari penjualan yang diambil penyedia tokonya.
Perbedaan pentingnya: potongan ikut naik saat omzet naik, langganan tidak.
Contoh Hitungan
Misalkan omzet Anda Rp30 juta sebulan dan potongan rata-ratanya 8%.
- Potongan sebulan: 8% × Rp30.000.000 = Rp2.400.000
- Potongan setahun: Rp2.400.000 × 12 = Rp28.800.000
Kalau omzetnya naik jadi Rp60 juta, potongannya ikut jadi Rp4,8 juta sebulan. Biaya langganan tetap sama.
Untuk menghitung dengan angka Anda sendiri, geser tuasnya di kalkulator potongan.
Titik Impasnya di Omzet Berapa?
Rumusnya sederhana: biaya langganan per bulan dibagi persen potongan. Hasilnya adalah omzet per bulan lewat toko sendiri yang membuat langganan itu sama mahalnya dengan potongan.
Contoh: langganan Rp150.000 per bulan, dibandingkan potongan 8%. Rp150.000 ÷ 8% = Rp1.875.000. Artinya, kalau penjualan lewat toko sendiri lebih dari sekitar Rp1,9 juta sebulan, langganan sudah lebih murah daripada potongan. Setiap rupiah di atas itu adalah potongan yang tidak terjadi.
Ingat, yang dihitung hanya penjualan yang benar-benar lewat toko sendiri, bukan seluruh omzet Anda.
Dengan contoh yang sama (langganan Rp150.000, potongan 8%), beginilah perbandingannya untuk tiga ukuran penjualan lewat toko sendiri:
| Penjualan lewat toko sendiri per bulan | Potongan 8% kalau lewat marketplace | Selisih dengan langganan |
|---|---|---|
| Rp1.000.000 | Rp80.000 | Langganan Rp70.000 lebih mahal |
| Rp5.000.000 | Rp400.000 | Hemat Rp250.000 |
| Rp20.000.000 | Rp1.600.000 | Hemat Rp1.450.000 |
Baris pertama menunjukkan hal yang jarang diakui penjual toko online: kalau penjualan lewat toko sendiri masih kecil, langganan justru lebih mahal. Toko sendiri baru menguntungkan setelah ada pelanggan yang benar-benar memesan lewat sana.
Biaya yang Tetap Ada
Tanpa komisi bukan berarti tanpa biaya lain. Ini yang tetap Anda bayar, langsung ke penyedianya:
- Potongan QRIS (MDR). Pembayaran QRIS dipotong sedikit, dan potongan ini ditanggung penjual. Sejak 1 Oktober 2026, Bank Indonesia membebaskan transaksi sampai Rp100.000 dari potongan ini (sampai Rp500.000 untuk usaha mikro). Untuk pembayaran di toko online lewat payment gateway, tarifnya mengikuti penyedia gateway. Ini bukan komisi penyedia toko.
- Ongkos kirim. Dibayar ke kurir seperti biasa.
- Nama domain, kalau ingin alamat sendiri seperti namatoko.com. Dibayar tahunan.
- Mendatangkan pembeli. Marketplace membawa pembeli baru ke toko Anda; toko sendiri tidak. Pembeli datang dari Instagram, TikTok, grup WhatsApp, reseller, atau toko fisik Anda.
Poin terakhir paling sering dilupakan. Karena itu toko sendiri paling masuk akal untuk penjual yang sudah punya pembeli, terutama pelanggan yang memesan ulang.
Cara Kerjanya: Uangnya Mengalir ke Mana?
- Pembeli memilih barang di toko Anda dan melihat ongkirnya.
- Pembeli membayar dengan QRIS dari dompet digital atau m-banking mana pun.
- Uangnya masuk ke akun pembayaran atas nama usaha Anda, lalu dicairkan ke rekening Anda.
- Pesanan masuk ke panel admin, dan Anda memanggil kurir dari sana.
Pada toko tanpa komisi yang sebenarnya, uang tidak melewati penyedia toko. Kalau uang pembeli masuk ke rekening penyedia dulu baru diteruskan ke Anda, tanyakan apakah ada potongan di tengah jalan dan berapa lama uangnya ditahan.
Kapan Potongan Marketplace Masih Masuk Akal?
Potongan marketplace adalah harga untuk pembeli baru yang belum mengenal Anda. Untuk itu, potongan sering kali sepadan. Yang mahal adalah membayar potongan yang sama untuk pelanggan lama yang sebenarnya akan memesan lagi ke Anda.
Karena itu banyak penjual memakai keduanya: marketplace untuk menjaring pembeli baru, toko sendiri untuk pelanggan lama dan reseller. Caranya kami tulis di cara pindah dari Shopee ke toko sendiri tanpa kehilangan pelanggan.
Pertanyaan untuk Penyedia "Tanpa Komisi"
- Apakah ada potongan per transaksi dalam bentuk apa pun, termasuk biaya pembayaran yang dinaikkan?
- Akun pembayarannya atas nama siapa, dan berapa lama uang sampai ke rekening saya?
- Apakah harga langganan bisa naik di tengah masa yang sudah saya bayar?
- Kalau berhenti, apakah data produk, pesanan, dan pelanggan bisa saya unduh?
Bagaimana dengan eLapak?
Kami tidak mengambil potongan dari penjualan Anda. Yang dibayar hanya langganan bulanan, tanpa biaya pemasangan, dan bisa berhenti kapan saja. Akun QRIS dan akun kurir dibuat atas nama Anda, jadi uang pembeli tidak pernah melewati kami. Potongan QRIS, ongkir, dan domain tetap dibayar langsung ke penyedianya, dan angkanya kami sebutkan sebelum Anda memutuskan.
Harga tiap paket ada di halaman Paket & Harga.