Aplikasi Toko Online Sendiri untuk UMKM: Nama dan Ikon Toko Anda di HP Pelanggan
Terbit
Aplikasi toko online bernama dan berikon usaha Anda sendiri: bedanya dengan aplikasi jualan online biasa, isinya, cara membagikannya, dan yang perlu disiapkan.
Pelanggan yang memesan ulang setiap minggu biasanya tetap lewat chat: membuka WhatsApp, mencari nama Anda, lalu bertanya "masih ada, Kak?". Aplikasi toko online sendiri memotong jalan itu. Ikon toko Anda ada di layar HP mereka, dan sekali ketuk mereka sudah melihat produk, harga, dan stok hari ini.
Tulisan ini menjelaskan apa yang seharusnya ada di aplikasi seperti itu, bedanya dengan aplikasi jualan online yang biasa dipakai penjual, dan apa yang perlu Anda siapkan.
Dua Jenis Aplikasi yang Sering Tertukar
Kalau Anda mencari "aplikasi jualan online" di Play Store, hasilnya kebanyakan aplikasi untuk penjual: mencatat pesanan, menghitung kas, atau membuat katalog. Itu berbeda dengan aplikasi toko untuk pembeli.
| Hal | Aplikasi untuk penjual | Aplikasi toko untuk pembeli |
|---|---|---|
| Dipasang di HP siapa | Anda dan pegawai | Pelanggan Anda |
| Namanya | Nama pembuat aplikasinya | Nama toko Anda |
| Gunanya | Mencatat, menghitung, mengatur stok | Melihat produk, memesan, dan membayar sendiri |
| Pesanan masih diketik ulang? | Sering, karena pesanan tetap datang lewat chat | Tidak, pembeli yang mengisinya |
Keduanya bisa saling melengkapi. Tapi kalau keluhan Anda adalah chat yang menumpuk, yang mengurangi pekerjaan adalah aplikasi untuk pembeli, karena pesanan masuk dalam keadaan sudah lengkap.
Kenapa Pelanggan Tetap Butuh Aplikasi Toko Sendiri?
- Memesan ulang jadi cepat. Tidak perlu mencari nama toko di marketplace, di antara toko lain yang menjual barang serupa.
- Usaha terlihat lebih serius. Aplikasi bernama dan berikon sendiri memberi kesan usaha yang tertata, bukan sekadar akun jualan.
- Pesanan tercatat rapi. Nama, alamat, dan isi pesanan masuk ke panel admin, bukan tersebar di puluhan chat.
- Data pelanggan milik Anda. Nomor dan alamat pembeli tersimpan di toko Anda sendiri, dan bisa Anda unduh.
Satu hal yang perlu jelas: aplikasi tidak mendatangkan pembeli baru. Ia paling berguna untuk pelanggan yang sudah kenal dan sering memesan ulang.
Yang Seharusnya Ada di Aplikasi Toko Online
- Katalog dengan kategori dan pencarian, termasuk pilihan ukuran, warna, atau level pedas.
- Keranjang yang tidak hilang saat aplikasi ditutup.
- Ongkir yang terhitung sebelum bayar, baik kurir instan dalam kota maupun ekspedisi antar kota.
- Pembayaran QRIS atau transfer, dengan uang masuk ke rekening Anda sendiri.
- Halaman status pesanan, supaya pembeli tidak perlu bertanya "sudah dikirim, Kak?".
- Stok yang menyatu dengan panel admin, supaya barang yang habis tidak bisa dipesan.
Dibuat dari Nol atau Ikut Toko Online?
Ada dua cara membuat aplikasi toko:
- Dibuat dari nol sebagai aplikasi tersendiri. Bisa dibentuk sebebas mungkin, tapi biayanya besar, dan setiap perubahan tampilan atau fitur berarti memperbarui aplikasinya.
- Membuka toko online di dalam aplikasi bernama dan berikon toko Anda. Produk, harga, dan stok yang Anda ubah di panel admin langsung terlihat di aplikasi, tanpa pelanggan perlu memperbarui apa pun. Aplikasinya baru perlu dibangun ulang kalau nama atau ikonnya berganti.
Untuk usaha kecil dan menengah, cara kedua biasanya lebih masuk akal: tokonya cukup diurus di satu tempat, dan aplikasi selalu sama isinya dengan toko di browser.
Cara Membagikannya ke Pelanggan
Aplikasi Android bisa dibagikan sebagai berkas APK lewat halaman unduh di toko Anda, atau diterbitkan di Play Store. APK bisa dibagikan hari itu juga; Play Store butuh akun pengembang Google atas nama Anda, dengan biaya pendaftaran sekali dan syarat uji tertutup untuk akun pribadi baru. Bedanya kami jelaskan di APK atau Play Store.
Tempat membagikannya: pesan WhatsApp ke pelanggan tetap, bio Instagram dan TikTok, struk atau stiker di kemasan, dan kode QR di meja kasir kalau Anda punya toko fisik.
Yang Perlu Disiapkan
- Nama aplikasi. Biasanya sama dengan nama toko. Pilih yang pendek, karena nama panjang terpotong di bawah ikon.
- Ikon persegi 512×512 piksel. Logo dengan latar polos paling aman. Kalau belum punya, ikon bisa dibuat otomatis dari nama dan warna toko.
- Produk yang sudah terisi. Aplikasi tanpa produk adalah alasan tercepat pelanggan mencopotnya lagi.
- Akun pembayaran dan pengiriman atas nama Anda, supaya pesanan dari aplikasi langsung bisa dibayar dan dikirim.
Yang Belum Bisa, Terus Terang
- Hanya Android. Pembeli iPhone memesan lewat browser, dan bisa menambahkan toko Anda ke layar utama supaya terasa seperti aplikasi.
- Belum ada notifikasi ke HP pembeli. Pembeli melihat perkembangan pesanannya di halaman pesanan, dan Anda tetap bisa mengabari lewat WhatsApp dari panel admin.
Di eLapak
Aplikasi Android berupa APK sudah termasuk di semua paket, bersama toko online dan panel adminnya, tanpa biaya pemasangan dan tanpa potongan per penjualan. Penerbitan ke Play Store tersedia sebagai tambahan berbayar, dan biaya pendaftaran akun pengembang Google dibayar terpisah ke Google. Biaya QRIS dan ongkos kirim juga dibayar langsung ke penyedianya.
Bentuk tokonya bisa Anda coba dulu di toko demo, dan isi tiap paket ada di Paket & Harga.