eLapak Artikel

← Semua Artikel

Aplikasi Pesan Antar Makanan Sendiri untuk Warung Makan dan Kedai

Terbit · Diperbarui

Pelanggan tetap bisa memesan lewat aplikasi bernama warung Anda sendiri. Begini cara kerjanya, dari menu dan level pedas sampai kurir yang datang saat masakan siap.

Pemilik warung makan dan kedai biasanya punya dua jenis pembeli. Ada yang menemukan warung Anda lewat aplikasi pesan-antar besar, dan ada pelanggan tetap: karyawan kantor sebelah, tetangga kompleks, atau yang sudah memesan puluhan kali lewat WhatsApp.

Untuk pelanggan tetap, membayar potongan aplikasi pesan-antar di setiap pesanan terasa mahal. Tulisan ini menjelaskan bagaimana aplikasi pesan-antar milik warung sendiri bekerja, dan kapan ia masuk akal.

Bedanya dengan Aplikasi Pesan-Antar Besar

Aplikasi pesan-antar besar membawa pembeli baru dan menyediakan kurirnya, dan sebagai gantinya memotong sebagian dari setiap pesanan. Aplikasi milik sendiri sebaliknya: tidak ada potongan per pesanan, tapi pembelinya harus Anda bawa sendiri.

Karena itu yang paling masuk akal adalah memakai keduanya. Aplikasi besar untuk dikenal orang baru; aplikasi sendiri untuk pelanggan yang sudah kenal dan memesan berulang.

Hitungan kasarnya mudah. Misalkan ada 15 pesanan sehari dari pelanggan tetap, rata-rata Rp40.000, dan potongannya 20%. Itu Rp120.000 sehari, atau sekitar Rp3,6 juta sebulan, yang tidak perlu terpotong kalau pesanan itu masuk lewat aplikasi Anda sendiri. Pakai angka warung Anda di kalkulator potongan.

Menu yang Ditulis seperti Warung, Bukan seperti Gudang

Toko untuk usaha makanan memakai bahasa makanan. Barangnya disebut menu, dan satuannya porsi, gelas, mangkuk, atau potong.

  • Ukuran bisa dijadikan pilihan menu, misalnya porsi biasa dan porsi jumbo dengan harga berbeda.
  • Pilihan tambahan seperti level pedas, es, gula, atau topping dipilih pembeli saat memesan, jadi tidak perlu ditanyakan lewat chat.
  • Keterangan halal dan bahan yang perlu diwaspadai, misalnya kacang atau susu, bisa ditulis di setiap menu.
  • Menu tanpa hitungan stok untuk masakan yang dibuat terus selama warung buka, dan tombol Tandai Habis untuk menu yang habis hari itu. Menunya tetap terlihat, tapi tidak bisa dipesan.

Kurir Dipanggil Saat Masakan Siap

Ini perbedaan terpenting usaha makanan dengan toko barang. Kalau kurir datang saat pesanan baru masuk, ia menunggu di depan warung selagi Anda memasak.

Alurnya dibuat begini:

  1. Pesanan masuk dan sudah dibayar dengan QRIS.
  2. Pegawai menandai pesanan Sedang Dimasak, dan pembeli bisa melihat statusnya di halaman pesanannya.
  3. Begitu masakan siap dikemas, pegawai menekan Jemput Kurir. Kurir instan seperti GoSend atau GrabExpress dipanggil saat itu, bukan lebih awal.
  4. Pembeli mendapat tautan untuk melacak kurirnya.

Untuk pengantaran oleh kurir warung sendiri, jangkauannya dibuat lebih pendek daripada toko barang, supaya makanan sampai selagi hangat. Ekspedisi antar kota tidak kami pasang untuk makanan matang; yang dipasang kurir instan.

Jam Buka dan Tombol Tutup Sementara

Warung punya jam buka, dan toko online-nya ikut. Di luar jam buka, pesanan ditolak dengan sopan, lengkap dengan keterangan jam buka berikutnya. Jam buka bisa diatur per hari, termasuk hari libur dan warung malam yang buka melewati tengah malam.

Saat dapur sedang kewalahan, ada tombol Tutup Sementara: 30 menit, 1 jam, 3 jam, sampai jam buka berikutnya, atau sampai Anda buka sendiri. Menu tetap bisa dilihat, hanya pesanan baru yang ditahan.

Pembeli yang tinggal dekat juga bisa memilih Ambil Sendiri, tanpa ongkir.

Pesanan Katering dan Kue

Untuk katering, nasi kotak, atau kue pesanan yang dibayar di depan dan dikirim di tanggal tertentu, ada modul tambahan Pre-Order. Untuk kue bertuliskan ucapan atau foto, ada modul Kustomisasi Produk, tempat pembeli mengetik ucapannya atau mengunggah fotonya sendiri.

Menu yang Cocok Dijual Lewat Aplikasi Sendiri

Tidak semua menu sama cocoknya. Yang biasanya paling laku lewat aplikasi sendiri:

  • Menu makan siang kantor yang dipesan rutin oleh orang yang sama.
  • Paket keluarga atau porsi besar, yang potongannya paling terasa kalau lewat aplikasi pesan-antar.
  • Minuman dan camilan yang sering ditambahkan ke pesanan makan.
  • Frozen food dan sambal botolan, yang tahan lebih lama di perjalanan dan sering dibeli untuk stok di rumah.

Yang Belum Bisa, Terus Terang

  • Pembeli belum bisa memilih jam antar tertentu untuk pesanan hari ini.
  • Perkiraan lama memasak belum ditampilkan ke pembeli.
  • Pesanan di luar jam buka ditolak, kecuali lewat modul Pre-Order.

Bagaimana Mengajak Pelanggan Memesan Lewat Aplikasi Sendiri

  • Tempel kode QR tautan toko di meja, kasir, dan kemasan.
  • Kirim tautannya sekali ke pelanggan yang biasa memesan lewat WhatsApp.
  • Pasang tautannya di bio Instagram dan TikTok warung.
  • Minta pelanggan tetap memasang aplikasinya di HP, supaya memesan ulang tinggal beberapa ketukan.

Aplikasi sendiri tidak mendatangkan pembeli baru. Ia membuat pelanggan yang sudah ada lebih mudah memesan, tanpa potongan di setiap pesanan.

Bentuk toko untuk usaha makanan bisa Anda lihat di toko demo.

Mau Lihat Contoh Tokonya?

Chat kami lewat WhatsApp. Kami kirimkan tautan toko contoh yang bisa Anda coba sendiri dari HP.

Minta Tautan Toko Contoh